Sabtu, 29 Maret 2014

Tugas pertemuan satu: Orientasi Kesehatan Mental

                                  
Tugas Kesehatan Mental
Tugas pertemuan satu
A.    Orientasi Kesehatan Mental

Saparinah Sadli mengemukakan tiga orientasi dalam kesehatan  jiwa adalah sebagai berikut ini:

1.      Orientasi Klasik
Orientasi Klasik ini umumnya digunakan dalam  kedokteran atau  psikiatri. Orang yang sehat adalah orang yang tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik artinya tidak ada keluhan fisik, sedangkan sehat mental artinya tidak ada keluhan mental. Seseorang dianggap sehat bila ia tidak mempunyai kelakuan tertentu, seperti ketegangan, rasa lelah, cemas, rendah diri, atau perasaan  tak berguna, yang semuanya menimbulkan perasaan sakit atau  tak sehat serta menganggu efisiensi kegiatan sehari-hari. Dalam ranah psikologi, pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah kehilangan kontak dengan realitas.

2.      Orientasi Penyesuain Diri
Schneiders ( 1964 : 51 ) mengemukakan bahwa individu yang memilki orientasi penyesuian diri yang baik ( well adjustment person ) adalah  mereka dengan segala keterbatasannya , kemampuannya serta kepribadiannya telah belajar untuk bereaksi terhadap diri sendiri dan lingkungannya dengan cara efisien, matang, bermanfaat, dan memuaskan.

3.      Orientasi Pengembangan Potensi
Seseorang dianggap sehat, bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensinya menuju  kedewasaan sehingga ia bisa dihargai oleh orang lain serta dirinya sendiri.


B.     Konsep Sehat

Konsep Sehat itu adalah sebuah keadaan normal yang sesuai dengan standar yang diterima berdasarkan kriteria tertentu, sesuai jenis kelamin dan komunitas masyarakat. Pada saat ini sehat bnayak diartikan dalam kadar yang normal atau  lazim yang terjadi pada individu dalam arti bahwa individu tersebut tidak merasakan keluhan sebaliknya sakit diartikan suatu keadaan yang tidak normal atau lazim pada diri seseorang misalnya, adanya keluhan pusing yang tidak tertahan kan, panas, dan sebagainya sehingga pada saat itu dapat disimpulkan bahwa sehat itu bukan dari suatu penyakit. Hubungan antara sehat dan sakit ini penting diketahui agar ketika kita merasakan akan tanda gejala sakit atau kurang sehat, maka kita bisa segera mendatangi tenaga kesehatan untuk memeriksakan status kesehatan kita. Bila memang sakit , maka kita akan segera  mendapatkan pemgobatan yang tepat dari ahlinya.

Berikut beberapa pengertian sehat menurut WHO dan beberapa ahli kesehatannya:

1.      Definsi sehat menurut Badan Kesehatan Dunia WHO adalah bahwasanya sehat merupakan suatu keadaan yang sempurna baik fisik  mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit ataupun  kelemahan.
2.      Pengertian sehat menurut UU. NO 23 / 1992 tentang kesehatan yaitu merupakan suatu keadaan sejahtera dari badan ( jasmani ), jiwa ( rohani ), dan sosil yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara soaial dan ekonomis.

C.     Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama karena masalah mental bukan  merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan relatif mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental sering kali tidak terdeteksi, sekalipun oleh anggota keluarganya sendiri. Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental, dianggap hal yang biasa, bukan gangguan.

Khusus untuk masyarakat Indonesia, masalah kesehatan mental saat ini belum begitu mendapat perhatian yang serius. Krisis yang saat ini melanda membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang terpikirkan. Orang masih fokus pada masalah  kuratif , kurang  memperhatikan hal-hal preventif untuk menjaga mental supaya tetap sehat. Tingkat pendidikan yang beragam dan terbatasnya pengetahuan mnegenai perilaku manusia turut membawa dampak kurangnya kepekaan masyarakat terhadap anggotanya yang mestinya mendapatkan pertolongan di bidang kesehatan mental. Faktor budaya pun seringkali membuat masyarakat memiliki pandangan yang beragam mengenai penderita gangguan mental. Oleh karena itu berikut disajikan sejarah mengenai perkembangan kesehatan mental. terutama di Amerika dan Eropa. Semoga uraian sejarah berikut yang dapat menjadi referensi berbagai pandangan mengenai kesehatan mental yang saat ini ada di Indonesia.

·  ( Tahun 1600 dan sebelumnya )
Dukun asli Amerika ( Indian ), sering juga di sebut sebagai “ penyembuh “ ( healer, shaman ) orang yang mengalami gangguan mental dengan cara memanggil kekuatan  supranatural dan menjalani ritual penebusan dan penyucian. Pandangan masyarakat saat itu menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karena mereka dimasuki oleh roh-roh yang ada disekitar. Mereka dianggap melakukan kesalahan kepada roh-roh menjadi medium dari roh-roh untuk menyatakan keinginannya . Oleh karena itu, mereka sering kali tidak disingkirkan dan dibuang serta masih mendapatkan tempat dalam masyarakat.

·  Tahun 1692
Mendapatkan pengaruh para imigran dari Eropa yang beragama Nasrani, di Amerika oarang yang bergangguan mental saat itu sering dianggap terkena sihir atau guna-guna atau dirasuki setan. Sejarah kesehatan mental di Eropa, khususnya agak sedikit berbeda . Sebelum abad ke – 17 orang gila disamakan dengan penjahat kriminal, sehingga mereka dimasukkan ke dalam penjara.

 John Locke ( 1690 ) dalam tulisannya yang berjudul An Essay Concering Understanding,  menyatakan bahwa terdapat derajad kegilaan dalam diri setiap orang yang disebabkan oleh emosi yang memaksa orang untuk memunculkan ide-ide salah dan tidak masuk akal secara terus menerus. Kegilaan adalah ketidakmampuan akal untuk mengeluarkan gagasan yang berhubungan dengan pengalaman secara tepat. Pandangan John Locke ini bertahan di Eropa sampai abad ke – 18.

·  Tahun 1724
Pendeta Cotton mather ( 1663 – 1728 ) mematahkan takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa dengan memajukan penejelasan secara fisik mengenai sakit jiwa itu sendiri.

·  Tahun 1812
Banjamin Rush ( 1745 – 1813 ) menjadi salah satu pengacara mula-mula yang menangani masalah penanganan secara manusiawi untuk penyakit mental . Anatara tahun 1830 – 1860 di Inggris timbul optimisme dalam menangani pasien sakit jiwa ( Therapeutic Optimism ). Hal ini disebabkan berkembangnya teori dan teknik dalam menangani orang sakit jiwa di rumah sakit jiwa. Pada tahun 1842 psikiater mulai masuk dan mendapatkan peranan penting di rumah sakit.

·  Tahun 1843
Kurang lebih terdapat 24 rumah sakit, tapi hanya ada 2.561 tempat tidur yang tersedia untuk menangani penyakit mental di Amerika Serikat.

·  Tahun 1910
Emil Kraepelin pertama kali menggambarkan penyakit Alzheimer. Dia juga mengembangkan alat tes yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan  epilepsi.




·  Tahun 1918
Asosiasi Psikoanalisa Amerika membuat aturan bahwa oarang yang telah lulus dari sekolah kedokteran dan  menjalankan  praktek psikiatri yang dapat menjadi calon untuk pelatihan psikoanalisa.

·  Tahun 1950
Di bentuk National Association of Mental Health ( NAMH ) yang merupakan merger dari tiga organisasi . Lembaga baru ini melanjutkan m isi Beers dengan lebih jelas . Melalui program televisi , distribusi Literatur dan media lainnya , NAMH melanjutkan mendidik publik Amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.

Teori Kepribadian Sehat
A.    Aliran Psikoanalisa
Dalam teori psikoanalisanya Freud menjelaskan  tentang struktur kepribadian  individu, struktur kepribadian tersusun atas 3 sistem pokol yaitu:
·  Id

Id merupakan sistem kepribadian yang asli, Id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang. Id berisikan segala sesuatu yang secara psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir, termasuk isting – insting.

·  Ego

Ego timbul karena kebutuhan – kebutuhan organisme memerlukan transaksi – transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan objektif. Orang yang lapar harus mencari, menemukan dan memakan makanan sampai tegangan karena rasa lapar dapat di hilangkan. Ini berarti orang harus belajar membedakan antara gambaran ingatan tentang makanan dan persepsi aktual terhadap makanan sepertin yang ada di dunia luar. Ego dikatakan mengikuti prinsip kenyataan , dan beroperasi menurut proses sekunder. Tujuan prinsip kenyatan adalah mencegah terjadinya tegangan sampai ditemukan suatu objek yang cocok untuk pemuasan kebutuhan.

·  Superego
Superego adalah perwujudan internal dari nilai – nilai dan cita – cita tradisional masyarakat sebagaimana diterangkan orang tua kepada anak , dan dilaksanakan dengan cara memberinya hadiah –hadiah atau bentuk hukuman –hukuman.  Super ego adalah sebagai wasit tingkah laku yang di internalisasikan  berkembang dengan memberiakan respon terhadap hadiah dan hukuman yang diberikan orang tua. Jadi superego cenderung untuk menentang baik id maupun ego , dan membuat dunia menurut gambarannya sendiri.

B.     Aliran Humanistik

Aliran humanistik merupakan salah satu aliran dalam  psikologi yang muncul pada tahun 1950 – an dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. Aliran humanistik berasumsi bahwa pada dasarnya manusia memilki potensi – potensi yang baik, minimal lebih banyak daripada buruknya . Aliran ini memfokuskan telaah  kualitas – kulaitas insani, yakni: kemampuan khusus manusia yang ada pada manusia, seperti: kemampuan abstraksi, aktualisasi diri, pegembangan diri, dan rasa estetika. Kualitas ini khas dan tidak dimilki oleh mahluk lain.

Aliran ini juga memandang manusia sebagai mahluk yang otoritas atas kehidupannya sendiri. Asumsi ini menunjukkan bahwa manusia mahluk yang sadar dan mandiri. Pelaku yang aktif yang dapat menentukan hampir segalanya. Hasil pemikiran aliran humanistik banyak dimanfaatkan untuk kepentingan konseling dan terapi , salah satunya yang sangat populer adalah dari Carl Rogers dengan client – centered therapy, yang memfokuskan pada kapasitas klien untuk dapat mengarahkan diri dan memahami perkembangan dirinya.


C.     Pendapat From

Menurut Erich From, manusia adalah  mahluk sosial. Berdasar  pada pendapat tersebut, maka salah satu ciri pribadi yang sehat berarti adanya kemampuan untuk hidup dalam masyarakat sosial. Masyarakat sangat penting perananya dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian seseorang merupakan hasil dari proses sosial di dalam masyarakat. Kepribadian yang sehat menurut Erich From adalah penyesuian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan –kebutuhan batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan karakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan dicintai.

From juga mengemukakan bahwa bila masyarakat berubah secara mendasar, sebagaimana terjadi ketika feodalisme berubah menjadi kapitalisme atau ketika sistem pabrik menggeser tenaga tukang, perubahan semacam itu akan mengakibatkan perubahan – perubahan dalam karakter sosial manusia.



Konsep Penyesuian diri

Makna akhir dari hasil pendidikan seseorang individu terletak pada sejauh mana hal yang telah dipelajari dapat membantunya dalam  penyesuian diri dengan kebutuhan-kebutuhan hidupnya dan pada tuntutan masyarakat. Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuiakan diri, kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor – faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyesuian yang baik atau yang salah. Penyesuian yang sempurna dapat terjadi jika manusia / individu selalu berjalan normal. Namun penyesuaian diri lebih bersifat suatu proses sepanjang hayat, dan manusia terus – menerus menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup guna mencapai  pribadi sehat. Penyesuian diri adalah suatu proses. Kepribadian yang sehat ialah memilki kemampuan untuk mengadakan penyesuain diri secara harmonis, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.


Referensi :

1.      Basuki, Heru . 2008 . Psikologi Umum . Jakarta : Universitas Gunadarma
2.       http://hikmatkj.wordpress.com/kesehatan/rohani/pengertian-kesehatan-mental-dan-konsep-sehat/ 
3.      Schultz. Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta : Kanisius
4.      Lindzey, Gardner . ( 1993 ). Teori Psikodinamik. Jakarta
5.      Dwi, Riyanti , Hendra Prabowo . ( 1996 ). Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum .I . Jakarta Gunadarma
6.       http://novi-talia.blogspot.com/2013/05/penyesuaian-diri.html
 

Tulisan !

Kesehatan  Mental ( Konsep Diri )

Saya adalah Vidya Apriliani yang lahir dari keluarga suku Jawa, saya anak pertama dari dua bersaudara . Saya adalah pribadi yang bawel dan tidak mudah akrab dengan orang yang baru dikenal, saya lahir di Jakarta pada tanggal 22 April 1994. Saya juga senang berteman dengan semua orang tidak mamandang status sosial ataupun penampilan.  Saya tidak suka dengan tempat yang keramaiannya itu terkadang bikin kepala saya pusing, dan saya sangat senang apabila teman – teman saya sedang curhat saya selalu berusaha  menjadi pendengar yang baik buat mereka. Hobi saya adalah berenang, jalan –jalan, dan lari pagi. Saya sangat menyukai olahraga lari pagi dan hampir setiap minggu saya tidak pernah absen olahraga lari yang terkadang males untuk bangun pagi tapi saya nekat untuk bisa bangun pagi.

Saya itu termasuk orang yang kurang percaya diri, ketika berbicara didepan banyak orang / presentasi. Saya itu orang yang mudah terharu ( empati )  jika melihat hal –hal yang menyentuh hati seperti contohnya: pada saat saya dan adik saya menonton film bareng dibioskop saya sempet mengeluarkan air mata ketika menonton film ( Surat Kecil Untuk Tuhan ) saya sangat terharu sekali dengan peran yang ada difilm tersebut yang sedang menderita kanker otak , pengalaman terharu ini tidak akan saya lupakan. Saya sangat menyayangi keluarga saya dengan penuh kasih sayang yang tulus, dan saya sangat senang  sekali dengan hewan kucing karena menurut saya kucing itu lucu dan matanya itu yang bikin saya gemes tapi dibalik kesenangan saya ini saya pernah merasakan kesedihan yang berkepanjangan dan selalu kebayang terus ketika kucing saya mati di tabrak tukang air.

Saya memiliki tipe kepribadian yang sensitif dan mudah tersinggung  kelebihan yang ada dalam diri saya adalah: saya itu orangnya penyabar, penyanyang, selalu rendah hati dan saya itu orannya pemaaf. Kemudian kekurangan yang ada di diri saya adalah saya itu cenderung cukup jutek terhadap orang yang tidak kenal ataupun baru dikenal, saya terkadang suka egois dan cerewet.

   
·   ( Kesal kerabat dibunuh, warga Sumatera Selatan bakar 4 rumah )

Merdeka.Com – Lantaran kerabatnya dibunuh, puluhan kerabat korban dan warga membakar empat rumah milik keempat orang yang diduga sebagai pelaku. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam  peristiwa ini.

Keempat warga yang rumahnya dibakar dan dirusak itu adalah Basir dan Sito. Rumah ketiganya dibakar habis oleh warga hingga rata dengan tanah . Sementara rumah milik Kasim hanya dirusak saja. Semuanya warga Desa Sungai Ibul , Kecamatan Talang Ubi , Kabupaten Panukal Abab Lematang llir ( PALI ), Sumatera Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Merdeka.com, pembakaran terhadap rumah pelaku terjadi pada Jumat ( 28 / 3 ) sekitar pukul 22.00 WIB. Aksi ini setelah keluarga tersulut emosi lantaran salah satu kerabatnya Barnas bin Banidi , diduga dibunuh keempat pelaku tersebut pada Kamis ( 27 / 3 ) malam. Awalnya warga baru saja bertakziah dirumah korban. Tanpa diketahui siapa komandannya warga menuju rumah milik Roy dan Basir yang tak jauh dari rumah korban. Dalam waktu sekejap rumah keduanya rata dengan tanah setelah dibakar. Selang beberapa lama, warga kembali menuju rumah Sito dan Kasim. Rumah Sito dibakar habis sementara rumah Kasim hanya dirusak.
Mendengar telah terjadi pengrusakan dan pembakaran, jajaran Polsek Talang Ubi langsung mengamankan lokasi untuk mengantisipasi meluasnya konflik. Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP Eryadi mengungkapkan, pihaknya sudah mengantongi identitas para pelaku pembunuhan terhadap korban. Petugas juga sedang melakukan pengejaran terhadap tersangka. Pelaku diperkirakan lebih dari empat orang.

Dikutip dari:

Komentar saya:

Menurut saya peristiwa seperti ini tidak seharusnya terjadi jika kerabat korban bisa menerima kematian korban. Tidak sepantasnya kerabat korban melakukan hal semacam itu. Selain pelaku yang dirugikan secara materil, tidak seharusnya kejahatan dibalas dengan kejahatan juga. Biarlah aparat kepolisian yang mengusut tuntas kasus pembunuhan ini dan menghukum para pelaku sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat.



          




                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar