Sabtu, 21 November 2015

Tugas sistem informasi psikologi pertemuan kedua (CBIS)



NAMA     : Vidya Apriliani
NPM        : 17512579
KELAS     : 4PA10
 




       A.      Pengertian Sistem Informasi berbasis computer (CBIS)

Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi “Berbasis Komputer”mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat, dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah sistem informasi memang tidak harus menggunakan komputer komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasin yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “Computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis komputer. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.

§  Data
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi. Jadi pada intiny, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagain bahan dasar suatu informasi.

§  Informasi
Informasi adalah hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

§  Sistem
Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.

§  Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas.

§  Berbasis Komputer
Sistem Informasi “Berbasis Komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi.
         B.     Evolusi Sistem Informasi berbasis computer

-          Fokus data (SIA / EDP)
SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan, perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini merupak keharusan. Semua perusahaan pada dasarnya melaksanakan prosedur-prosedur yang sama. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sistem informasi lain. SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, menyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing. 
-          Peran SIA dalam CBIS antara lain sebagai berikut :
SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar. Dan SIA menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah. 

-          Fokus Informasi SIM
Adalah sustu sisterm berbasis database komputern yang menyediakan informasi dari beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas formal perusahaan atau subunit dibawahnya Sumber daya SIM. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem perusahaan tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang,dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia didalam laporan periodik, laporan khusus, dan hasil simulasi matematika. Output informasi tersebut digunakan manajer saat mereka membuat keputusan untuk pemecahan masalah.

-          Fokus pada pendukung keputusan (SPK)
Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan banyak membuat keputusan. Keputusan harus diambil untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan peluang.

-keputusan terbagi menjadi dua yaitu: keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram.
 - manajer melakukan 4 tahap pengambilan keputusan yaitu :
1. kegiatan intelejen, mengamati lingkungan untuk mencari kondisi yang perlu diperbaiki
2. kegiatan merancang, yaitu menemukan dan menganalisis alternatif tindakan yang mungkin
3. kegiatan memilih, yaitu memilih salah satu rangkaian tindakan diantara alternatif.
4. kegiatan Review, yaitu menilai pilihan-pilihan yang lalu.

-          Fokus pada komunikasi (Otomatisasi kantor)
Automasi kantor kini disebut dengan istilah kantor virtula, mencakup semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang didalam maupun diluar perusahaan.
-pengguna Otomatisasi Kantor dibagi menjadi 4 kategori yaitu:
1. manajer, yang bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya perusahaan.
2. Profesional, tidak mengelola tetapi menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekretaris
3. Sekretaris, ditugaskan unbtuk membantu pekerja terdidik(manajer dan profesional) untuk melaksanakan berbagi tugas korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.
4. Pegawai Administrasi, melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti menyusun dokumen.

-          Fokus konsultasi (Sistem pakar)
Sistem pakar (Expert System)  adalah sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia. sistem pakar mirip dengan DSS yaitu bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai. Perbedaan ES dan DSS adalah kemampuan ES untuk menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi penjelasan cara pemecahan masalah ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu sendiri.

    C.    Lingkup Data
1.      Hirarki Data
Hirarki adalah urutan atau aturan dari tingkatan abstraksi menjadi struktur pohon. Hirarki membentuk sesuatu pada beberapa aturan yang khusus atau berdasarkan peringkat (misalnya kompleksitas dan tanggung jawabnya). Hirarki data berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hirarki, mulai dari yang palimg sederhana hingga yang paling kompleks.
2.      Penyimpanan Sekunder
-          SASD (penyimpanan berurutan)
SASD adalah memori sekunder yang tidak dapat di posisinya. Proses pembacaan record harus berurutan tidak ada pengalamatan data disimpan dalam bentuk blok. Proses penulisannya hanya bisa dilakukan sekali
Contohnnya : magnetic tape dan paper tape
-          DASD (penyimpanan akses langsung)
DASD adalah memori sekunder yang dapat di akses langsung di posisinya. Pembacaan record tidak harus urut. Mempunyai alamat data dapat disimpan dalam karakter atau blok. Proses penulisan dapat dilakukan beberapa kali.
Contohnya : harddisk dan flash memory
3.      Pemrosesan Data
-          Pemrosesan Batch
Batch processing memiliki pengertian proses pengolahan terhadap data yang dikumpulkan terlebih dahulu selama beberapa periode yang dikelola sekaligus. Metode pemrosesan ini digunakan dalam menangani bentuk-bentuk awal data. Contoh dari batch processing adalah e-mail dan transaksi batch processing.
-          Pemrosesan Online
Pemrosesan online dikembangkan untuk mengtasi masalah file yang ketinggalan jaman. Pemrosesan online merupakan sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Salah satu conbtoh penggunaan online processing adalah internet banking
-          Pemrosesan Real Time
Suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer merespons dengan cepat pada status sistem fisik. Sistem realtime adalah bentuk khusus dari sistem online.
      D.    Database
Database adalah sekumpulan database ynag dapat dipakai secara bersama-sama, personal-personal yang merancang dan mengelola database, teknik-teknik untuk merancang dan mengelola database, serta computer untuk mendukungnya.
-Database Dalam Psikologi
   Menurut saya, database dalam lingkup psikologi dapat dirasakan manfaatnya   sebagai alat bantu dalam penyimpanan suatu data (dalam hal ini berupa database) dalam suatu pekerjaan seperti, ketika seorang konselor atau kepala bagian HRD yang bekerja pada suatu organisasi atau perusahaan, mendapat tugas untuk memberi penilaian atas performance salah satu anggota atau pegawai dalam perusahaan tersebut, sebelumnya ia akan mencari data mengenai orang tersebut, perusahaan tempat ia bekerja pasti mempunyai data mengenai para pegawainya, itulah yang dapat membantu tugas dari konselor tersebut karena dari data awal tersebut yang ada dalam perusahaan itu, dapat digunakan untuk memberi informasi awal.

-          Era permulaan database
Era permulaan database ditandai dengan pengulangan data, ketergantungan data, kepemilikan data tersebut.



-          Konsep database
§  Sekumpulan data store (bisa dalam jumlah besar) yang tersimpan dalam magnetic disk, optical disk, dan media penyimpanan sekunder lainnya.
§  Sekumpulan program-program aplikasi umum yang bersifat batch.
§  Basis data terdiri dari data yang di share bgai banyak user.
§  Koleksi terpadu dari data-data yang saling berkaitan dari suatu enterprise.
-          Struktur database
Telah diketahui bahwa secara fisik data dalam bentuk kumpulan bit dan direkam dengan basis track didalam media penyimpanan eksternal. Dalam prakteknya, untuk kemudahan dalam mengakses data.
-          Keunggulan dan kelemahan database dan Database Managemant System (DBMS)
-          Keunggulannya adalah :
1.      Mengurangi kerangkapan data.
2.      Meningkatkan keamanan data.
3.      Mencapai independensi data.
-          Kelemahannya adalah :
1.      Perangkat lunak yang mahal.
2.      Konfigurasi perangkat keras yang besar.
3.      Mempertahankan staff database administartor.
-          Database Managemant System (DBMS)
-          DBMS merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang sempurna. DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwenang.
        E.     Peranan Database dan DBMS dalam memecahkan masalah ( dalam psikologi)
-          Database berperan untuk menentukan kebutuhan data dengan mengikuti pendekatan berorientasi masalah atau pendekatan model perusahaan. DBMS berperan sebagai :
a.       Data yang berulang dalam bentuk multifile duplikat.
b.      Data dan program menyatu.
c.       Kebutuhan untuk memperoleh data secara cepat.
-          Contoh kasus pemrosesan data dalam pemecahan masalah
Dalam bidang psikologi, pada bidang psikologi pendidika, klinis, bahkan psikilogi industri dan organisasi penggunaan database sangatlah dibutuhkan agar dapat memudahkan pihak konseling, HRD, bahkan konselor untuk melihat data-data yang diperlukan dari seorang pegawai atau calon pegawai, klien bahkan anak-anak murid sekolah diantara dalam ruang lingkup sekolah, database sangatlah dibutuhkan, terlebih lagi bagi psikolog yang mengatasi anak-anak yang sering bolos disekolah. Dengan database, dapat memudahkan psikolog untuk mencari beberapa anak yang sering bolos disekolah, maupun anak yang dikategorikan akademik kurang baik dari ratusan yang ada.
       F.     Sistem Pengolahan Data
-          Pengertian dasar dan tujuan pengolahan data
-          Data adalah suatu penggambaran fakta
-          Pengolahan data adalah bentuk pengolahan terhadap data untuk membuat data itu berguna sesuai dengan hasil yang diinginkan agar dapat digunakan.
-          Sistem pengolahan data adalah sistem yang melakukan pengolahan data.
-          Tujuan pengolahan data adalah
v  Untuk menghasilkan dan memelihara record perusahaan yang akurat dan uptodate.
-          Tugas pengolahan data
1.      Pengumpulan data yaitu setiap tindakan dijelaskan oleh suatu catatan data.
2.      Manipulasi data yaitu data perlu dimanipulasi untuk dapat diubah menjadi informasi yang berguna.
3.      Penyimpanan data yaitu terdapat banyak transaksi pada setiap perusahaan.
4.      Penyimpanan dokumen yaitu SIA menghasilkan output untuk perorangan maupun organisasi di dalam maupun di luar perusahaan.
-          Contoh sistem pengolahan data
-          Sistem yang melakukan pengolahan data contohnya seperti, sistem pengolahan data penjualan, dan sistem pengolahan data pegawai, dan lain-lain.
-          Peranan pemrosesan data dalam pemecahan masalah
-          Pengolahan data memberikan sumbangan terhadap pemecahan msasalahndengan dua cara. Ia menghasilkan laporan standar yang merekapitulasi kondisi keuangan perusahaan, dan ia memberikan database dari data internal yang digunakan oleh subsistem CBIS yang lain.
     G.    Sistem Inforamsi Manajemen
-          Pengertian dasar SIM
Sistem informasi manajemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang mulai berkembangs ejak tahun 1960-an. Walau tidak terdapat konsesus tunggal, secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti “sistem informasi”. “sistem pemrosesan informasi”, “sistem informasi dan pengambilan keputusan”. SIM menggambarkan suatu unit atau badan yang khusus bertugas untuk mengumpulkan berita dan dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem.
-          Konsep sistem informasi organisasional
Pada dasarnya konsep sistem organisasional ini memiliki hubungan antara sistem dan organisasi. Bagaimana sistem tersebut dapat bisa terorganisasi dengan baik. Sistem itu sendiri adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerjasama untuk mencapai beberapa tujuan.
-          Peranan SIM dalam pemecahan masalah
SIM adalah suatu cara organisasi untuk menyediakan informasi dalam rangka pemecahan masalah. Sistem tersebut merupakan suatu komitmen format dari para eksekutif untuk menyediakan komputer sebagai alat bantu bagi manajer untuk memecahkan masalahnya.

     H.    Sistem penunjang keputusan
-          Maksud pembuat keputusan dan teori-teori yang menjelaskannya
Konsep sistem pendukung keputusan (spk) atau decision suport system (DSS). Pertama kali diperkenalkan oleh Michael S. Scott Morton pada awal tahun 1970-an. Yang selanjutnya dikenal dengan istilah management decision system. Konsep SPK ditandai dengan sistem interaktif berbasis komputer yang membantu pengambilan keputusan dengan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan masalah yang bersifat tidak terstruktur dan semi terstruktur. 

SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual.

Pada proses pengambilan keputusan, pengolahan data dan informasi yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan berbagai alternatif keputusan yang dapat diambil. SPK yang merupakan penerapan dari sistem informasi ditujukan hanya sebagai alat bantu manajemen dalam pengambilan keputusan. SPK tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi pengambil keputusan dalam membuat keputusan, melainkan hanyalah sebagai alat bantu pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya. SPK dirancang untuk menghasilkan berbagai alternatif yang ditawarkan kepada para pengambil mkeputusan dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa SPK memberikan manfaat bagi manajemen dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerjanya terutama dalam proses pengambilan keputusan. Di samping itu, SPK menyatukan kemampuan komputer dalam pelayanan interaktif terhadap penggunanya dengan adanya proses pengolahan atau pemanipulasian data yang memanfaatkan model atau aturan yang tidak terstruktur sehingga menghasilkan alternatif keputusan yang situasional.

-          Konsep, pengertian dasar dan tujuan SPK
-          Pengertian dasar SPK
Pendukung keputusan (SPK) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi tersruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).
-          Tujuan SPK
Spk bertujuan untuk menyediakan informasi membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.

-          Model SPK
Turban (Turban, 1998) adalah sebuah representasi atau abstraksi realitas yang disederhanakan. Karena realitas terlalu kompleks untuk ditiru secara tepat dan karena banyak dari kompleksitas itu sebenarnya tidak relevan dalam penyelesaian masalah yang spesifik.
-          Model diklasifikasikan menjadi tiga kelompok menurut abstarksinya, antara lain
(Turban,1998) :
1.      Model Iconik (skala)
Sebuah model iconik, model abstraksi terkecil adalah replika sebuah sistem, biasanya pada suatu skala yang berbeda dari aslinya.
2.      Model Analog
Sebuah model yang tidak tampak mirip dengan model aslinya, tetapi bersifat seperti sistem aslinya. Model analog lebih abstrak dari model iconik dan merupakan perpresentasi simbolik dari realitas.
3.      Model matematik (Quantitatif)
Kompleksitas hubungan pada banyak sistem organisasioanal tidak dapat disajikan secara model icon atau model analog. Atau representasi semacam itu malah dapat menimbulkan dan kesulitan dan membutuhkan banyak waktu dalam pemakaiannya.
-          Pemodelan matematis beserta keuntungan dan kerugiannya
Model adalah abstrak, model itu mewakili beberapa entity, yaitu objek dan aktivitas. Contohnya jika sebuah model mewakili perusahaan maka perusahaan itu disebut entity-nya.
-          Keuntungan dan kerugian pemodelan
-          Manajer yang mengguankan model matematis memperoleh keuntungan sebagai berikut :
a.       Proses pemodelan menjadi pengalaman bealajar.
b.      Model memberikan daya peramalan.
c.       Model membutuhkan biaya yang lebih murah daripada metode trial and eror.
-          Sedangkan kerugian model matematis adalah
a.       Sulitnya pemodelan sistem bisnis
b.      Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk mengembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi.
-          SPK berkelompok
Sistem berdasarkan komputer yang interaktif yang memudahkan pemecahan atas masalah tak terstruktur oleh beberapa (set) pembuat keputusan yang bekerja sama sebagai suatu kelompok.
-          Peranan SPK dalam pemecahan masalah
-          Permasalah yang sering terjadi adalah
·         Partisipan berasal dari wilayah fungsional dan perspektif yang berbeda
·         Walaupun perbedaan dapat memperkaya pertemuan tetapi dapat memperlambat pekerjaan.
·         Adanya pelatihan ekstensif dan bantuan profesional .
·         Jika jumlahn tijm bertambah akan menambah pelatihan dan anggaran.






                                       Daftar Pustaka :

Deka, Annes. (2012). Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer dengan contoh system   pakar. Diakses 11 Oktober 2012
Saepudin, Asep. (2007). Sistem Informasi Berbasis Komputer. Diakses 11 Oktober 2012
Vanta, Rivany. (2011). Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer. PT.Gramedia: Jakarta