Sabtu, 29 November 2014

Tugas Pertemuan Ketiga Empoworment Stress Dan Konflik



Nama               : Vidya Apriliani
Kelas               : 3PA10
NPM               : 17512579

Tugas Pertemuan Ke-3
Empoworment Stress Dan Konflik


A.    Definisi empoworment
Empoworment, merupakan istilah yang cukup populer dalam bidang manajemen khususnya manajemen Sumber Daya Manusia. Banyak penafsiran tentang empoworment. Dan salah satu penafsiran yang dikenal oleh sebagian besar dari kita adalah empoworment sebagai pendelegasian wewenang dari atasan kepada bawahan. Empoworment yaitu upaya mengaktualisasikan potensi yang sudah dimiliki oleh masyarakat. Pendekatan pemberdayaan masyarakat yang demikian tentunya diharapkan memberikan peranan kepada individu bukan sebagai obyek, tetapi sebagai pelaku atau aktor yang menentukan hidup mereka sendiri. Secara umum pemberdayaan didefinisikan sebagai suatu proses sosial multidimensional yang membantu penduduk untuk mengawasi kehidupannya sendiri. Pemberdayaan itu merupakan suatu proses yang memupuk kekuasaan (yaitu kemampuan mengimplementasikan) pada individu, untuk penggunaan bagi kehidupan mereka sendiri, komunitas mereka, dengan berbuat mengenai norma-norma yang mereka tentukan. (Page & Czuba, 1999:3).

B.     Kunci  Efektif Empoworment Dalam Manajemen
Konsep pemberdayaan (empoworment) menurut Friedmann muncul karena adanya dua primise mayor, yaitu “kegagalan dan harapan”. Kegagalan yang dimaksud adalah gagalnya model pembangunan ekonomi dalam menanggulangi masalah kemiskinan dan lingkungan yang berkelanjutan, sedangkan harapan muncul karena adanya alternatif-alternatif  pembangunan yang memasukkan nilai-nilai demokrasi, persamaan gender, peran antara generasi dan pertumbuhan ekonomi yang memadai. Dengan dasar pandangan demikian, maka pemberdayaan masyarakat erat kaitannya dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pada masyarakat, sehingga pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya dengan pemantapan, pembudayaan dan pengamalan demokrasi.

Selanjutnya Friedmann dalam Prijono dan Pranaka (1996) menyatakan bahwa kekuatan aspek sosial ekonomi masyarakat menjadi akses terhadap dasar-dasar produksi tertentu suatu rumah tenaga yaitu informasi, pengetahuan dan ketrampilan, partisipasi dalam organisasi dan sumber-sumber keuangan, ada kolerasi yang positif, bila ekonomi rumah tangga tersebut meningkatkan aksesnya pada dasar-dasar produksi maka akan meningkat pula tujuan yang dicapai peningkatan akses rumah tangga terhadap dasar-dasar kekayaan produktif mereka.

C.    Definisi Stress
J. P. Chaplin dalam Kamus lengkap Psikologi mendefinisikan stres sebagai suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis. Hal senanda diungkapkan Dalam Atkinson (1983), stres terjadi ketika orang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan sebagai mengancam kesehatan fisik maupun psikologisnya. Keadaan sosial, lingkungan, dan fisikal yang menyebabkan stres dinamakan stresor. Sementara reaksi orang terhadap peristiwa tersebut dinamakan respon stres, atau secara singakat disebut stres.
Menurut Lazarus 1999 (dalam Rod Plotnik 2005:481) stres adalah rasa cemas atau terancam yang timbul ketika kita menginterpretasikan atau menilai suatu situasi sebagai melampaui kemampuan psikologis kita untuk bisa menanganinya secara memadai (stress is the anxious or threatening feeling that comes when we interpret or appraise a situation as being more than our psychological resources can adequately handle).

D.    Sumber-Sumber Stress Pada Manusia
Ada 3 sumber stress pada manusia yaitu :
1.      Sumber-sumber stress didalam diri seseorang
Kadang-kadang sumber stress itu ada didalam diri seseorang. Salah satunya melalui kesakitan.
2.      Sumber-sumber stress didalam keluarga
Stress di sini juga dapat bersumber dari interaksi di antara para anggota keluarga, seperti : perselisihan dalam masalah keuangan dan perasaan saling acuh tak acuh.
3.      Sumber-sumber stress didalam komunitas dan lingkungan
Interaksi subjek diluar lingkungan keluarga melengkapi sumber-sumber stress. Contohnya pengalaman stress anak-anak disekolah dan di beberapa kejadian kompetitif, seperti olahraga.

E.     Pendekatan Terhadap Stress
1.      Pendekatan individu
Seorang karyawan dapat berusaha sendiri untuki mengurangi level stressnya. Strategi yang bersifat individual yang cukup efektif yaitu : pengelolaan waktu, latihan fisik, latihan relaksasi, dan dukungan sosial. Dengan pengelolaan waktu yang baik maka seorang karyawan dapat menyelesaikan tugas dengan baik, tanpa adanya tuntutan kerja yang tergesa-gesa dengan latihan fisik dapat meningkatkan kondisi tubuh agar lebih prima sehingga mampu menghadapi tuntutan tugas yang berat. Selain itu untuk mengurangi sires yang dihadapi pekerja perlu dilakukan kegiatan-kegiatan santai. Dan sebagai strategi terakhir untuk mengurangi stress adalah berkumpul dengan sahabat, teman, serta keluarga yang akan dapat memberikan dukungan dan saran-saran bagi dirinya.

2.      Pendekatan perusahaan
Dapat dilihat bahwa beberapa penyebab sress adalah tuntutan dari tugas dan peran serta struktur organisasi yang semuanya dikendalikan oleh manajemen, sehingga faktor-faktor itu dapat diubah. Oleh karena itu strategi-starategi yang mungkin digunakan oleh manajemen untuk mengatasi stress karyawannnya adalah melalui seleksi dan penempatan, penetapan, tujuan, redesain pekerjaan, pengambilan keputusan partisipatif, komunikasi organisasional dan program kesejahteraan.

F.     Definisi Konflik
Konflik berasal dari kata kerja latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, kinflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan mengahancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri dibawa individu dalam suatu interaksi.



·         Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli :
1.      Menurut Robbin (1996) keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
2.      Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1997), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontrovensi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
G.    Jenis-Jenis konflik
Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada empat jenis konflikyaitu konflik intrapersonal. Konflik interpersonal, konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok, dan konflik terorganisasi antara lain :

1.      Konflik Intrapersonal
Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorng memilki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. Sebagaimana diketahui bahwa dalam diri seseorang itu biasanya terdapat hal-hal sebagai berikut :

·         Sejumlah kebutuhan-kebutuhan dan peranan-peranan yang bersaing. Beraneka macam cara yang berbeda yang mendorong peranan-peranan dan kebutuhan-kebutuhan itu terlahirkan.
·         Terdapatnya baik aspek yang positif maupun negatif yang menghalangi tujuan-tujuan yang diinginkan.

2.      Konflik Interpersonal
Konflik interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain. Karena pertentangan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempengaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut.

3.      Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok
Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh  kelompok kerja mereka. Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas kelompok dimana ia berada.

4.      Konflik interorganisasi
Konflik intergrup merupakan hal yang tidak asing lagi bagi organisasi manapun, dan konflik ini menyebabkan sulitnya koordinasi dan integrasi dari kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas dan pekerjaan.

H.    Jelaskan Proses Konflik
·         Proses
Proses konflik tidak hanya mengacu kepada bentuk konflik yang nampak dari tindakan yang terbuka dan penuh kekerasan tapi juga bentuk yang tidak nampak seperti situasi ketidaksepakatan antar pihak. Proses konflik dapat dimulai dari sumber konflik yang meliputi tujuan yang saling bertentangan dan nilai-nilai yang berbeda. Selanjutnya dapat dilihat melalui konflik presepsi dan emosi, manifes konflik, dan hasil konflik.

a.      Konflik presepsi dan emosi
Langkah pertama dalam proses konflik adalah adanya kondisi yang menunjukkan sumber konflik yang mengarahkan kepada salah satu atau kedua belah pihak untuk merasakan adanya konflik.

b.      Manifes konflik
Manifes kinflik terjadi ketika konflik presepsi dan emosi dapat dilihat dalam keputusan dan perilaku yang dilakukan salah satu pihak kepada pihak lain. Manifes konflik juga dapat dinyatakan melalui gaya masing-masing dalam memecahkan suatu konflik, seperti seseorang mencoba untuk mengalahkan yang lain atau menemukan suatu solusi yang menguntungkannya.

c.       Hasil konflik (Outcames conflict)
Jalianan aksi reaksi antara pihak-pihak yang berkonflik menghasilkan konsekuensi.hasil ini dapat positif dalam arti konflik itu menghasilkan suatu perbaikan kinerja kelompok dalam hal pengambilan keputusan dan kepaduan. Atau menghasilkan negatif dalam arti merintangi kinerja organisasi yang ditandai dengan adanya pergantian, situasi politik dan stres.










Daftar pustaka

Asad, M. (1999). Psikologi Industri (Seri Ilmu Sumber Daya Manusia) Yogyakarta : Liberty
Basuki, Heru. Msi (2008). Psikologi Umum Jakarta : Universitas Gunadarma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar