Minggu, 02 November 2014

Psikologi Manajemen pertemuan kedua ( nama : vidya apriliani kelas :3pa10 npm :17512579)



Tugas Pertemuan Ke- 2 

1.      Actuating Dalam Manajemen
A.    Definisi Actuating Dalam Manajemen
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha – usaha organisasi.

B.     Pentingnya Actuating Dalam Manajemen
Fungsinya actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang – orang dalam organisasi.perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi, dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi, dan peran. Keahlian dan kompetensi masing – masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah di tetapkan.

C.    Prinsip Actuating Dalam Manajemen
1.      Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia.
2.      Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi.
3.      Menghargai hasil yang baik dan sempurna.
4.      Memperlakukan pegawai dengan sebaik – baiknya.
5.      Prinsip mengarah pada tujuan.
6.      Prinsip keharmonisan dengan tujuan.

D.    Pentingnya Mencapai Actuating Managerial Yang Efektif
1.      Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi merunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi. Komunikasi organisasi melibatkan bentuk – bentuk komunikasi antar pribadi dan komunikasi kelompok. Pembahasan komunikasi organisasi antara lain menyangkut struktur dan fungsi organisasi, hubungan antar manusia, komunikasi dan proses pengorganisasian serta budaya organisasi.
2.      Cordinating
Cordinating atau mengkoordinasi merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan organisasi.
3.      Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahannya melakukan kegiatan secara sukarela sesuai apa yang dikehendaki oleh atasan. Pemberian inspirasi, semangat dan dorongan oleh atasan. Pemberian inspirasi, semangat dan dorongan oleh atasan kepada bawahan ditunjukan agar bawahan bertambah kegiatannya, atau mereka lebih bersemangat melaksanakan tugas – tugas sehingga mereka berdaya guna dan berhasil guna.

4.      Leading
Istilah leading, yang merupakan salah satu fungsi manajemen, dikemukakan oleh Louis A. Allen yang dirumuskannya sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orang lain bertindak. Pekerjaan leading meliputi lima macam kegiatan yaitu : mengambil keputusan, mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan, memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak, memilih orang – orang yang menjadi anggota kelompoknya serta memperbaiki pengetahuan dan sikap – sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2.      Mengendalikan Fungsi Manajemen
A.    Definisi Controling Manajem
Fungsi manajemen dimana peran dari personal yang sudah memiliki tugas, wewenang dan menjakankan pelaksanannya perlu dilakukan pengawasan agar supaya berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan. Di dalam manajemen perusahaan yang modern fungsi control ini biasanya dilakukan oleh divisi audit internal.
B.     Langkah – langkah Controling Manajemen
1.      Menetapkan standar dan metode mengukur prestasi kerja.
2.      Melakukan pengukuran prestasi kerja.
3.      Menetapkan apakah prestasi kerja sesuai dengan standar.
4.      Mengambil tindakan korektif

C.    Tipe – tipe Control Dalam Manajemen
Ada 4 tipe control dalam pengendalian manajemen yaitu :
1.      Pengendalian dari dalam organisasi ( kontrol internal )
Adalah pengendalian yang dilakukan oleh aparat pengendalian yang dibentuk dari dalam organisasi itu sendiri ( dalam satu atap ). Aparat pengendalian ini bertugas mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan oleh pimpinan untuk melihat dan menilai kemajuan atau kemunduran dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu pimpinan dapat mengambil suatu tindakan korektif terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya ( internal control ), misalnya unit kerja inspektorat jenderal sebagai unit pengawasan di tingkat departemen.

2.      Pengendalian luar organisasi ( control eksternal )
Adalah pengendalian yang dilakukan oleh aparat pengendalian dari luar organisasi terhadap departemen ( lembaga pemerintah lainnya )atas nama pemerintah. Selain itu pengawasan dapat pula dilakukan oleh pihak luar yang ditunjuk oleh suatu organisasi untuk minta bantuan pemeriksaan atau pengendalian terhadap organisasinya. Misalnya konsultan pengawas, akuntan swasta dan sebagainya.

3.      Pengendalian preventif
Adalah pengendalian yang dilakukan sebelum rencana itu dilaksanakan.  Maksud pengendalian preventif adalah untuk mencegah terjadinya kekeliruan atau kesalahan.

4.      Pengendalian represif
Adalah pengendalian yang dilakukan setelah adanya pelaksanaan pekerjaan. Maksud dilakukannya pengendalian represif adalah untuk menjamin kelangsungan pelaksanaan pekerjaan agar hasilnya tidak menyimpang dari yang telah direncanakan ( dalam pengendalian anggaran disebut post – audit ).

D.    Menjelaskan Control Proses Manajemen
Dalam proses pengendalian manajemen yang baik sebaiknya formal, akan tetapi sifat pengendalian informal pun masih banyak digunakan untuk proses manajemen. Pengendalian manajemen formal merupakan tahap – tahap yang saling berkaitan antara satu dengan lain, terdiri dari proses :
1.      Pemrograman ( Programming )
Dalam tahap ini perusahaan menentukan program – program yang akan dilaksanakan dan memperkirakan sumber daya yang akan alokasikan untuk setiap program yang telah ditentukan.

2.      Pelanggaran ( Budgeting )
Pada tahap penganggaran ini program direncanakan secara terinci, dinyatakan dalam satu moneteruntuk suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. anggaran ini berdasarkan pada kumpulan anggaran – anggaran dari pusat pertanggung jawaban.

3.      Operasi dan Akuntansi ( Operating dan Accounting )
Pada tahap ini dilaksanakan pencatatan mengenai berbagai sumber daya yang digunakan dan penerimaan – penerimaan yang dihasilkan. Catatan dan biaya – biaya tersebut digunakan sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan pusat – pusat tanggung jawabnya. Penggolongan yang sesuai program yang dipakai sebagai dasar untuk pemrograman di masa yang akan datang, sedangkan penggolongan yang sesuai dengan pusat tanggung jawab digunakan untuk mengejar kinerja pada manajer.
4.      Laporan dan Analisis ( Reporting and Analysis )
Tahap ini paling penting karena menutup suatu siklus dari proses pengendalian manajemen agar data untuk proses pertanggungjawaban akuntansi dapat dikumpulkan.

3.      Kekuasaan Dan Pengaruh
A.    Definisi kekuasaan
Kekuasaan adalah kewenagan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenagan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari perilaku.

Teori yang dikemukakan oleh French dan Raven ini menyatakan bahwa kepemimpinan bersumber pada kekuasaan dalam dalam kelompok atau organisasi. Dengan kata lain, orang atau orang – orang yang memiliki akses terhadap sumber kekuasaan dalam suatu kelompok atau  organisasi tertentu akan mengendalikan atau memimpin kelompok atau organisasi itu sendiri

B.     Sumber – Sumber Kekuasaan
Ada 5 sumber kekuasaan menurut John Brench dan Bertram Raven yaitu :
1.      Kekuasaan menghargai ( reward power )
Kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi pengaruh untuk memberi penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah.
2.      Kekuasaan memaksa (coercive power )
Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan.
3.      Kekuasaan sah (legitimate power )
Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan hukum atau aturan yang timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi pengaruh berhak menggunakan pengaruh sampai pada batas tertentu.
4.      Kekuasaan keahlian ( expert power )
Kekuasaan yang didasarkan pada persepsi atau keyakinan bahwa pemberi pengaruh mempunyai keahlian releven atau pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang dipengaruhi.
5.      Kekuasaan rujukan ( referent power )
Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang didasarkan pada indentifikasi pemberi pengaruh yang menjadi contoh atau panutan bagi yang dipengaruhi.

C.     Definisi Pengaruh
Pengaruh ( influence ) adalah suatu transaksi sosial dimana seseorang atau kelompok di bujuk oleh seorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 2005 : 849 ) pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu ( orang atau benda ) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.
Surakhmad ( 1982 : 7 ) menyatakan bahwa pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa – apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga mempengaruhi apa – apa yang ada disekitarnya.

D.    Menjelaskan Pengaruh Taktik Organisasi
Taktik – taktik mempengaruhi ( influence Tactics ) adalah cara – cara yang biasanya digunakan oleh seseorang untuk mempengaruhi orang lain, baik orang yang merupakan atasan, setingkat, atau bawahannya. Dengan mengetahui dan menggunakan hal ini, maka seseorang dapat mempengaruhi orang lain, dengan tidak menggunakan kekuasaan yang dimilikinya.

Kipnis dan Schmidt adalah peneliti yang pertama kali meneliti taktik – taktik yang biasa digunakan orang untuk mempengaruhi orang lain ( Kipnis dan Schmidt, 1982). Berbagai alat ukur telah dibuat untuk meneliti taktik mempengaruhi, dan salah satu yang terbaik adalah yang dibuat oleh Yukl, Lepsinger, and Lucia, 1992 ). Hasil penelitian Yukl dkk, menunjukkan ada sembilan jenis taktik yang digunakan di dalam organisasi ( Hugheset all, 2009 ), yaitu adalah sebagai berikut ini :
1.      Persuasi rasional
Terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan alasan yang logis dan bukti – bukti nyata agar orang lain tertarik.
2.      Daya tarik Inspirasional
Terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau gairah pada orang lain.
3.      Konsultasi
Terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan melibatkan orang yang dijadikan target untuk berpatisipasi dalam pembuatan suatu rencana yang akan dilaksanakan.
4.      Mengucapkan kata – kata manis
Terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kata – kata yang membahagiakan.
5.      Daya tarik pribadi
Terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain atau memintanya untuk melakukan sesuatu karena merupakan teman atau karena dianggap loyal.
6.      Pertukaran
Terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan memberikan sesuatu keuntungan tertentu kepada orang yang dijadikan target.
7.      Koalisi
Terjadi jika seseorang meminta bantuan dan dukungan dari orang lain
8.      Tekanan
Terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ancaman, peringatan, atau permintaan yang berulang – ulang dalam meminta sesuatu.
9.      Memverifikasi
Terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan jabatannya, kekuasannya, atau dengan mengatakan bahwa suatu permintaan sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasi.

Daftar Pustaka : Hasibuan. M. (2001 ), Manajemen Sumber Daya
                             Manusia,  Bumi Aksara Jakarta, jakarta.
                             Offset. Andi. (2007 ), Dasar – Dasar Manajemen
                             Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.
                              Munandar. Ashar.  (2001), Psikologi Industri
                             Organisasi , Salemba : Universitas Indonesia.                   
                              


             







   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar